Pusat Kajian Hortikultura
Universitas Muhammadiyah Malang
Pusat Kajian Hortikultura
Universitas Muhammadiyah Malang

VIDEO : Cara NASA Tangkap dan Panen Sampel Asteroid

Author : Administrator | Jum'at, 03 Oktober 2014 09:42 WIB
Sumber: Viva News

 

NASA menyiapkan dua opsi skema pengambilan sampel asteroid.

 
Konsep Asteroid Redirect Mission (ARM) saat angkut sampel asteroid
Konsep Asteroid Redirect Mission (ARM) saat angkut sampel asteroid (www.dailymail.co.uk/NASA)
 

VIVAnews -
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) beberapa waktu lalu telah menggulirkan rencana misi memanen dan mengambil sampel asteroid yang belum meluncur ke atmosfer bumi. Misi ini merupakan bagian dari misi utama mengirimkan manusia ke Planet Mars. 
 
Jika misi pengambilan sampel ini sukses maka besar kemungkinan misi koloni di Planet Merah akan lebih mudah. Melansir Daily Mail, Kamis, 2 Oktober 2014, NASA akhirnya mengungkapkan teknologi yang bakal digunakan untuk menjalankan misi menangkap dan mengambil sampel asteroid.
 
Misi penangkapan ini pun dijadwalkan bisa dilakukan pada akhir dekade ini, sebelum nanti menjalankan misi pengiriman manusia ke Mars pada dekade berikutnya.
 
Untuk menjalankan misi penangkapan dan pengambilan sampel, NASA akan meluncurkan kendaraan antariksa Asteroid Redirect Mission (ARM), yang disiapkan untuk menjalankan dua skema opsi pengambilan sampel.
 
Opsi pertama, ARM mengambil sampel bongkahan batu-batuan pada asteroid raksasa, sedangkan opsi kedua, ARM menangkap asteroid dalam ukuran besar dengan menggunakan layar gelembung. Pada dua skema itu, setelah sampel asteroid bisa diambil, maka ARM akan membawa sampel ke orbit stabil bulan, dan di sana astronot akan "memanen" sampel batu antariksa untuk dibawa ke bumi. 
 
Untuk opsi pertama ini, ARM akan mendatangi asteroid besar setelah sebelumnya mengawasi asteroid dari jarak 1 kilometer. Selanjutnya ARM akan mendarat ke permukaan asteroid untuk mengangkut bongkahan batu astroid dengan menggunakan kaki penjepit.
 
Proses pengangkutan bongkahan batu diperkirakan memakan waktu 30 menit saja. Setelah itu ARM akan membawa batu astroid itu ke orbit stabil bulan untuk diambil sampelnya. 
 
Sementara untuk opsi kedua, ARM akan menangkap asteroid besar dengan memanfaatkan gelembung layar raksasa. Begitu melihat target asteorid, layar akan dikembangkan dan menangkap asteroid. 
 
Setelah astroid tertangkap, layar gelembung akan mengunci batu antariksa itu, layar akan menyusut dan tali penghubung akan memastikan layar sudah mencengkeram kuat asteroid. Kemudian ARM akan membawa ke orbit bulan yang aman. 
 
Begitu sampel sudah didapatkan dan ARM menuju orbit aman bulan, NASA meluncurkan pesawat berawak, Orion, yang akan menjemput sampel di orbit bulan. Nantinya pesawat Orion akan mendekati ARM, dengan menghubungkan sebuah pipa hidrolik. 
 
Setelah itu dua astronaut bakal keluar dari Orion dan mendekati gelembung ARM. Keduanya akan memanen sampel batu dan membawa masuk ke Orion. Setelah itu pesawat Orion akan meluncur kembali ke bumi. 
 
Teknologi surya
 
Untuk pengiriman psawat Orion, NASA bakal menggunakan roket Space Launch System (SLS). Roket ini dlengkapi dengan tenaga pendorong canggih, Solar Electric Propulsion (SEP) yang merupakan tenaga pendorong ion. 
 
SEP mampu menciptakan daya dorong yang didukung satuan tenaga surya. SEP mengubah sinar matahari menjadi medan elektromagnetik yang mempercepat dan mengeluarkan atom bermuatan (ion). 
 
Pemanfaatan ion merupakan cara yang efisien untuk mentenagai pesawat antariksa dan secara signifikan menghemat jumlah bahan bakar. 
 
Studi terkini NASA juga tengah meneliti skema SEP apakah bisa digunakan untuk mentenagai misi ARM. 
 


http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/544344-video---cara-nasa-tangkap-dan-panen-sampel-asteroid
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image